ungkapan itu pertama kali terlintas saat membaca Harian Suara Merdeka (23/11/2010) begini cuplikan beritanya
“Harga BBM subsidi ini lebih murah. Saya merasa tidak nyaman saja menggunakan Pertamax. Harganya juga relatif mahal. Selisih Rp 2.000 per liter,’’ ujar Adrian Siswanto (35), pengguna mobil Suzuki Swift GT keluaran 2008, kemarin.
Sama halnya Adrian, Megasari (18) juga menggunakan BBM subsidi untuk mobil Honda Jazz keluaran 2010 yang dikendarainya. Pertimbangannya, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus lebih mahal dibanding harga BBM subsidi. Untuk harga BBM subsidi sekitar Rp 4.500/liter dan Pertamax Plus dengan harga Rp 7.000/liter.”
(http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/23/130836/Cari-Akal-untuk-Dapatkan-BBM-Bersubsidi-)
lihat betapa beruntungnya mereka bisa memiliki mobil swift GT seharga (+/-) Rp. 181,500,000,- / JABODETABEKSER (sumber) dan yang satunya umur 18 tahun sudah make HONNDA JAZZ Seharga Rp. 200an juta, Jadi bisa di bilang mereka termasuk orang yang cukup mampu (atau kalangan orang kaya) namun apa komentar meraka ketika akan dilakukanya pelarangan penggunaan Premium bersubsidi oleh pemerintah mereka merasa keberatan.
Mampu beli mobil kok ga mampu beli BBM non subsidi alias
kaya kok minta subsidi